LAPAORAN LENGKAP
PRAKTIKUM FISIKA
PENGUKURAN DIAMETER
PENGUKURAN DIAMETER
NAMA :
MUHAMMAD JAILANI
KELAS : XII
IPA1
SMAN 1
MURUNG
DINAS
PENDIDIKAN
2012/2013
I. Judul
Percobaan : ”Pengukuran Diameter”
II. Tujuan Percobaan :
Untuk mengetahui cara mengukur dengan menggunakan
jangka sorong.
jangka sorong.
III. Alat
dan Bahan : 1. Jangka sorong 1 buah
2.
Batang kaki statif 1
buah
3.
Dasar kaki statif 1
buah
IV. Dasar teori :
Jangka
sorong merupakan alat ukur yang mempunyai ketelitian yang cukup tinggi di
bandingkan dengan mistar.jangka sorong memiliki ketelitian 0,1 mm atau 0,01 cm.
Pada perkembangan selanjutnya, ada jangka sorong yang memiliki ketelitian
sampai dengan 0,05 mm. Kegunaan jangka sorong adalah untuk mengukur benda
dengan panjang maksimum 10 cm. Jangka sorong digunakan untuk mengukur ketebalan
benda-benda yang tipis, seperti mengukur diameter dalam ataupun luar gelas
kimia. Jangka sorong terdiri dari beberapa bagian penting yaitu, rahang tetap,
rahang geser, skala utama dan skala nonius.
v Cara
menggunakan jangka sorong
Misalkan kita mengukur diameter luar sebuah gelas kimia, setelah gelas kimia
kita jepit, maka kita kunci dengan memutar sekrup pengunci. Kemudian kita baca
skala pada rahang tetap, yaitu garis skala di depan garis skala nonius yang
tetap berimpit dengan garis skala rahang tetap.
v Cara
membaca skala pada jangka sorong
- Skala yang dibaca adalah skala
tetap dan skala noniusnya.
- Hasil bacaannya sama dengan
bacaan skala tetap + skala noniusnya
- Skala rahang tetap yang
dibaca adalah skala yang tetap berada pada garis paling depan dari skala
nonius.
- Skala nonius yang dibaca adalah
skala nonius yang berimpit dengan skala rahang tetap.
V.
Prosedur kerja : 1. Ukur diameter batang kaki statif
2.
Ukur diameter lubang kaki statif
3.
Ukur kedalaman lubang kaki statif
4.
Lakukan pengukuran masing-masing sebanyak tiga kali pengkuran
5.
Masukkan semua data kedalam table yang tersedia.
VI. Data
Hasil Pengukuran :
No
|
Diamaeter batang
|
Diamaeter lubang
|
kedalaman batang
|
kaki statif
|
kaki statif
|
kaki statif
|
|
1
|
1,01 cm
|
0,96 cm
|
3,04 cm
|
2
|
1,01 cm
|
0,96 cm
|
3,04 cm
|
3
|
1,01 cm
|
0,96 cm
|
3,04 cm
|
Rata
|
1,01 cm
|
0,96 cm
|
3,04
cm
|
rata
|
VII. Analisis
Data
1.
Diameter batang kaki statif
·
Percobaan pertama :
SU + SN (0,01)
1 + 1 (0,01) = 1,01 cm
·
Percobaan dua :
SU + SN (0,01)
1 + 1 (0,01) = 1,01 cm
·
Percobaan tiga :
SU + SN (0,01)
1 + 1 (0,01) = 1,01 cm
·
Rata – Rata :
1,01 + 1,01 + 1,01 : 3 = 1,01 cm
2.
Diameter lubang kaki statif
·
Percobaan pertama :
SU + SN (0,01)
0,9 + 6 (0,1) = 1,96 cm
·
Percobaan dua :
SU + SN (0,01)
0,9 + 6 (0,1) = 1,96 cm
·
Percobaan tiga :
SU + SN (0,01)
0,9 + 6 (0,1) = 1,96 cm
·
Rata – Rata :
1,96 + 1,96 + 1,96 : 3 = 1,96 cm
3.
Kedalaman lubang kaki statif
·
Percobaan pertama :
SU + SN (0,01)
3 + 4 (0,01) = 3,04 cm
·
Percobaan dua :
SU + SN (0,01)
3 + 4 (0,01) = 3,04 cm
·
Percobaan tiga :
SU + SN (0,01)
3 + 4 (0,01) = 3,04 cm
·
Rata – Rata :
3,04 + 3,04 + 3,04 : 3 = 3,04
v Ketidakpastian Mutlak dan Relatif
Telah
anda ketahui bahwa baik pengukuran tunggal maupun pengukuran berulang, hasilnya
dilaporkan sebagai x = x0 ± ∆x dengan ∆x berupa ½ skala terkecil
instrument (pengukuran tunggal) atau berupa simpangan baku nilai rata-rata
sampel (pengukuran berulang). ∆x dinamai ketidakpastian mutlak. Tentu saja,
satuan ∆x sama dengan satuan besaran x.
Ketidakpastian
mutlak berhubungan dengan ketepatan pengukuran : makin kecil ketidakpastian mutlak, makin tepat pengukuran tersebut.
Misalnya, pengukuran panjang L =
(4.900 ± 0,005) cm adalah pengukuran yang memiliki ketepatan lebih tinggi
daripada L = (4,90 ± 0,05) cm.
Demikian juga pengukuran arus I = (3,6
± 0,1) A memiliki ketepatan lebih tinggi daripada I = (3,6 ± 0,2) A.
Cara
lain untuk menyatakan ketidakpastian suatu besaran ialah menggunakan ketidakpastian
relative, yaitu ∆x/x yang tidak memiliki satuan. Ketidakpastian
relative sering dinyatakan dalam persen dengan mengalihkan ∆x/x dengan 100%.
Ketidakpastian relative berhubungan dengan ketelitian pengukuran : makin kecil ketidakpastian relative, makin
tinggi ketelitian pengukuran tersebut.
VIII. Kesimpulan dan Saran
·
kesimpulan
Jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang
benda-benda tang tipis, misalnya mengukur diameter bagian luar atau bagian
dalam sebuah gelas kimia. Dan jangka sorong memiliki ketelitian 0,01cm, dan
pada saat perkembangan zaman selanjutnya ada jangka sorong yang memiliki
ketelitian sampai dengan 0,05 mm.
·
Saran
Untuk meningkatkan kinerja siswa dalam melakukan penelitian, kami harap
peralatan laboratotium dapat diperbanyak lagi.
